Matematika kelas 4 sd
FPB dan KPK
Lanjutkan membaca “KPK dan FPB”
Matematika kelas 4 sd
FPB dan KPK
Lanjutkan membaca “KPK dan FPB”

Di dalam konteks yang dipahami oleh masyarakat majemuk, di samping kebudayaan dan juga suku bangsa, Indonesia juga terdiri dari berbagai adat dan budaya daerah yang sifatnya lebih mengarah kepada kewilayahan yang menjadi pertemuan antara adat yang satu dengan yang lainnya.Kebudayaan sekelompok suku yang ada di kawasan tersebut.
Dengan ditambah jumlah penduduknya yang mencapai lebih dari 200 juta orang yang tinggal di berbagai pulau di Indonesia. Mereka juga menetap di suatu wilayah dengan keadaan geografis yang berbeda dimulai dari kawasan pegunungan yang merupakan daerah dengan dataran tinggi, kemudian dataran rendah dan juga pesisir, daerah pedesaan, daerah perkotaan dan lain sebagainya.
Hal tersebut juga sangat berhubungan dengan tingkat peradaban yang ada di dalam suatu kelompok tertentu di Indonesia yang notabene sangatlah beragam. Pertemuan dengan berbagai budaya dan juga adat tersebut sangatlah mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang terdapat di Indonesia sendiri dan itu tentu saja menyebabkan bertambahnya berbagai kebudayaan yang terdapat di Indonesia.
Selain itu, dengan semakin berkembang agama-agama besar yang juga ikut berkontribusi di Indonesia, itu juga turut mendukung adanya perkembangan dari kebudayaan Indonesia itu sendiri sehingga menjadi sebuah cermin atas kebudayaan tertentu. Sehingga, dapat dikatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan satu dari sekian Negara yang memiliki tingkat keberagaman budaya dan juga heterohenitas yang relatif tinggi.
Tidak saja beragam dari sisi budaya dari masing-masing kelompok dalam suku bangsa, namun juga budaya yang beraneka ragam di dalam konteks peradaban, dimulai dari jaman tradisional hingga yang sifatnya modern serta kewilayahan. Dengan adanya budaya yang beraneka ragam tersebut, maka Indonesia bisa dikenal sebagai Negara yang mempunyai keunggulan tersendiri jika dibandingkan dengan Negara yang lainnya.
Potret kebudayaan yang terdapat di Indonesia bisa dikatakan beragam dan juga bervariasi. Dan tidak kalah pentingnya juga adalah secara sosial dan juga politik, Indonesia mempunyai jalinan sejarah serta dinamika interaksi di antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain secara kuat. Dan hal ini sudah dimulai sejak jaman dahulu.
Interaksi antara satu adat dengan adat yang lain, serta kebudayaan yang telah terjamin tidak hanya antara satu kelompok dengan kelompok yang berbeda. Namun antara satu peradaban dengan peradaban yang berbeda. Misalnya saja mendarat nya kapal Portugis di daerah Banten sekitar abad pertengahan telah membuka diri Negara ini di lingkup pergaulan di kancah internasional masa tersebut.
Hubungan yang terjalin di antara pedagang kawasan pesisir Jawa dan juga Gujarat ternyata memberi dampak yang sangat penting kepada bangunan interaksi antara satu peradaban dengan peradaban lain di Indonesia. Sehingga berbagai singgungan peradaban tersebutlah yang nantinya bisa membangun daya elasitas Negara ini di dalam melakukan interaksi dengan perbedaan yang terjadi. Pada sisi yang lain, Indonesia juga memiliki kemampuan untuk menelisik dan juga mengembangkan budaya lokal di tengah maraknya singgungan antara bangsa satu dengan bangsa yang lainnya di kala itu. Dan sejarah sendiri sudah memberikan bukti bahwa kebudayaan yang ada di Indonesia dapat hidup dengan berdampingan, saling mengisi dan juga mampu berjalan secara paralel.
Misalnya saja adalah kebudayaan keraton atau kerajaan yang mampu berdampingan secara paralel dengan kebudayaan berburu serta meramu di beberapa kelompok masyarakat. Di dalam konteks saat ini, kita dapat menjumpai tentang bagaimana suatu kebudayaan dalam masyarakat urban dapat berjalan secara pararel dengan kebudayaan yang terdapat di pedesaan bahkan dengan kebudayaan masyarakat seperti berburu dan juga meramu di beberapa tempat.
Pola relasi dan juga hubungan yang sudah terjalin di antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain tersebut dapat berjalan dengan damai di dalam bingkai semboyan Bhineka Tunggal Ika. Yang di dalamnya tidak hanya mengacu kepada keberagaman suku bangsa dan budaya, namun juga di dalam sebuah konteks kebudayaan.
Dengan didasari pula dengan kelompok suku bangsa yang bisa mencapai 700 an suku di berbagai wilayah nusantara ini dan disertai pula dengan Beragam karakter kelompok dari masyarakat itu sendiri yang sangat beragam dan juga berbagai keberagaman agama, rumah adat, pakaian adat, kesenian dan juga berbagai makanan yang tak kalah beragam.
Masyarakat Indonesia sendiri termasuk ke dalam jenis masyarakat yang bisa dibilang majemuk dan juga memiliki karakter unik. Salah satu ciri khasnya adalah budaya gotong royong yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia khususnya bagi para generasi bangsa sudah selayaknya memiliki kemampuan untuk menjaga dan juga melestarikan kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa tercinta ini.
Jangan sampai perbedaan yang ada di dalamnya menjadikan manusia semakin lemah dan juga memunculkan adanya konflik antar budaya dan suku. Namun, mari bersama-sama menyongsong Indonesia yang memiliki kejayaan ini dengan penuh harapan indah dan juga semangat yang tinggi.
Pengertian Bilangan Pecahan dan Jenis-Jenis Bilangan Pecahan Serta Contohnya
Kita dapat mengartikan secara singkat bahwa bilangan pecah dapat diartikan sebagai sebuah bilangan yang memiliki pembilang dan juga penyebut. Sedangkan yang dimaksud dengan bilangan pecahan adalah bilangan yang merupakan hasil bagi antara bilangan bulat dan bilangan asli, yang dimana bilangan yang dibagi nilainya lebih kecil dari bilangan penyebutnya atau bilangan pembaginya. Untuk lebih memudahkan kita dalam mengartikannya adalah bilangan yang terdiri dari 2 angka, yaitu angka pembilang dan angka pembagi (penyebut). Bilangan pecahan berbentuk a/b dengan b=/ 0 , disebutkan bahwa a=pembilang dan b=penyebut.
bilangan pecahan :
1/2 , 1/4 , 2/5 , 3/5 , dan sebagainya.
Cara membacanya, jika 1/2 maka dibaca satu per dua dapat juga dibaca 1 banding 2.
Jenis bilangan Pecahan dan Contoh
Terdapat sekitar 6 jenis bilangan pecahan yaitu pecahan biasa, pecahan senilai, pecahan campuran, pecahan desimal, pecahan persen, dan pecahan permil. Simak uraian seputar pengertian dan contohnya dibawah ini.
A. Pecahan Biasa
Pecahan biasa adalah pecahan yang terdiri dari pembilang dan penyebut berupa bilangan bulat.
Contoh:

Peta pada Kamus besar bahasa Indonesia merupakan gambar atau lukisan pada kertas yang menjukan letak tanah, laut, sungai, gunung dll berikut ini merupakah conoh peta :

pada pembahsan kali ini kita akan membahas unsur-unsur peta, jenis peta, dan beberapa simbolnya
a. peta umum, Peta umum disebut juga dengan Peta Topografi. Peta umummerupakan peta yang menggambarkan keadaan umum dari suatu wilayah.Keadaan umum yang digambarkan meliputi objek atau kenampakan alamdan buatan. Objek alam misalnya gunung, sungai, dataran rendah, datarantinggi, dan laut. Objek buatan misalnya kota, jalan dan rel kereta api. Peta Indonesia dan Peta Duniatermasuk contoh peta umum. Peta umum biasa digunakan untuk belajar di sekolah,untuk kepentingan kantor dan wisata.
b. peta khusus, Peta khusus merupakan peta yang menggambarkan data-datatertentu di suatu wilayah. Peta khusus disebut juga dengan Peta Tematik.Contoh peta khusus adalah:
a. Peta Persebaran Fauna di Indonesia
b. Peta Hasil Tambang di Indonesia
c. Peta Cuaca di Indonesia.
2. unsur-unsur peta
1. Judul peta
Judul petamerupakan identitas atau nama untuk menjelaskan isi ataugambar peta. Judul peta biasanya terletak di bagian atas peta. Judul petamerupakan komponen yang penting. Biasanya sebelum memperhatikanisi peta, pasti seseorang terlebih dahulu membaca judulnya. Judul peta ditulis di bagian atas dengan huruf yang menonjol. Misalnya, PETA JAWA BARAT, PETA KALIMANTAN, PETA INDONESIA, dan sebagainya.
2. Legenda
Legenda merupakan keterangan yang berisi gambar-gambar atausimbol-simbol beserta artinya. Legenda biasanya terletak di bagian pojokkiri bawah peta
3. Skala
Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada petadengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Misalnya skala 1 : 200.000.Skala ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 200.000 cm atau 2km jarak sebenarnya. Sebuah peta selalu dibuat jauh lebih kecil dari keadaan yang sebenarnya. Akan tetapi, letak, jarak, dan arahnya seperti keadaan yang sebenarnya. Ada dua macam jenis skala, yaitu skala angka dan skala garis.
4. Simbol
Simbol merupakan lambang-lambang atau gambar yang menunjukkanobyek alam atau buatan. Simbol peta harus memenuhi tiga syaratyakni sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum. Berikut ini adalahsimbol-simbol yang biasa digunakan pada peta
5. Garis astronomis
Garis astronomis merupakan garis khayal di atas permukaan bumi.Garis astronomis terdiri dari dari garis lintang dan garis bujur. Garis lintangmerupakan garis dari timur ke barat sedangkan garis bujur merupakangaris dari utara ke selatan.Dalam peta itu terdapat garis-garis tegak (vertikal) dan mendatar (horizontal). Garisgaris itu disebut garis astronomis. Garis-garis yang tegak disebut garis bujur. Sementara yang garis-garis yang mendatar disebut garis lintang.Garis astronomis berguna untuk menentukan letak suatu tempat atau wilayah. Misalnya, letak Provinsi DKI Jakarta itu di antara 106°22‘ sampai 106°58‘ Bujur Timur (BT) dan 5°19‘ sampai 6°24‘” Lintang Selatan (LS).
6. Mata angin
Mata angin merupakan pedoman atau petunjuk arah mata angin.Mata angin pada peta biasanya berupa tanda panah yang menunjuk ke atas (utara). Mata angin sangat penting keberadaanya supaya tidak terjadikekeliruan arah. Mata angin juga berarti arah, jurusan, atau kiblat suatu tempat. Penunjuk arah mata angin dalam peta sangat penting. Penunjuk mata angin membantu kita bisa menjelaskan posisi suatu tempat. Misalnya, kota Purwokerto itu terletak di sebelah barat Magelang.
7. Garis tepi
Garis tepi merupakan garis yang dibuat mengelilingi gambar petauntuk menunjukkan batas peta tersebut.Garis tepi peta adalah batas-batas pinggir gambar peta. Fungsi garis tepi untuk menulis angka-angka derajat astronomis( lintang dan bujur).
8. Tahun pembuatan peta
Tahun pembuatan peta menunjukkan kapan peta tersebut dibuat. Daritahun pembuatan kita dapat mengetahui peta tersebut masih sesuai atautidak untuk digunakan saat ini.
9. Inset peta
Inset peta merupakan gambar peta yang ingin diperjelas atau karenaletaknya di luar garis batas peta. Inset peta digambar bila diperlukan. Insetpeta disebut juga peta sisipan.
10. Tata warna
Tata warna merupakan pewarnaan pada peta untuk membedakanobyek satu dengan yang lainnya. Berikut adalah arti warna-warna dalam peta :

Lambang negara Indonesia adalah burung garuda. Kaki burung garuda tersebut mencengkeram pita yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu. Negara Indonesia terdiri atas 33 provinsi tentu saja memiliki bermacam macamsuku bangsa kebudayaan. Perbedaan itu tidak boleh dijadikan sebagai masalah tetapi justru dapat memperkaya kebudayaan dankeanekaragaman suku bangsa.
B. Pentingnya Persatuan dalam Keragaman

Kondisi Indonesia yang berbentuk kepulauan memungkinkan datangnya ancaman dari luar untuk memecah belah bangsa. Kondisi keragaman suku bangsa, budaya, dan adat istiadat juga memungkinkan timbulnya pertikaian antarpenduduk.
Sering diberitakan di televisi atau surat kabar tentang pertikaian antarwarga di negara kita. Bahkan ada beberapa wilayah yang ingin merdeka, lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apa yang terjadi? Ternyata pertikaian dan pemberontakan itu hanya mendatangkan musibah dan kesengsaraan bagi suku bangsa tersebut. Banyak warga yang tidak berdosa menjadi korban. Hal tersebut tidak perlu terjadi jika ada kesadaran dan sifat kedewasaan dari tiap-tiap individu untuk menyadari bahwa pada dasarnya di dunia itu tidak ada yang sama.
Keragaman suku bangsa dan budaya tidak dijadikansebagai alasan untuk bertikai, namun justru keragaman itu bisa memperkokoh kekuatan NKRI. Dengan persatuan
dan kesatuan, setiap ancaman, tantangan, gangguan, dan hambatan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dengan mudah diatasi.
C. Bentuk Keragaman Suku Bangsa dan Budaya Bentuk Keragaman Suku Bangsa dan Budaya

1. Suku Bangsa di Indonesia
Suku bangsa disebut juga sebagai ras atau asal-usul suatu suku. Biasanya orang masih sangat bangga akan asal-usul sukunya. Mereka suka mengandalkan dan memuji adat dan kebiasaan masing-masing. Mereka ada yang masih tinggal di daerah pedalaman dan
terisolir dengan daerah lain. Ada pula yang sudah berbaur hidup bercampur dengan masyarakat modern. Di daerah tempat tinggal kalian tentu tidak dihuni oleh satu macam suku bangsa saja. Hal itu menunjukkan bahwasuku bangsa di Indonesia tidak mendiami suatu tempat tertentu saja. Karena tugas pekerjaan, perkawinan, atau karena menuntut ilmu, seseorang bisa menempati daerah lain dengan suku bangsa yang berbeda.
Misalnya, di provinsi Kalimantan Timur banyak dihuni oleh suku Dayak Benuaq. Akan tetapi daerah tersebut juga dihuni oleh suku bangsa yang lain.
2. Budaya di Indonesia
Negara Indonesia memiliki kebudayaan yang beranekaragam. Kebudayaan daerah di Indonesia tumbuh dan berkembang secara turun-temurun. Kebudayaan bangsa Indonesia terdiri atas bermacam- macam kebudayaan daerah seperti upacara adat,kesenian daerah, rumah adat, pakaian adat, dan lain-lain. Keragaman budaya daerah di negara Indonesia merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya.
Sehingga banyak orang asing yang tertarik untuk mempelajari berbagai kesenian daerah. Bahkan banyak misi kebudayaan Indonesia yang dipamerkan di luar negeri dan dikagumi oleh bangsa asing.
Matematika kelas 4 sd
FPB dan KPK
Lanjutkan membaca “KPK dan FPB”



IPA KELAS 4 SD

sumber: dari google
gerak adaah perubahan tempat atau posisi benda. benda dapat bergerak karena pengaruh gaya benda dapat dikelompokan menjadi ima macam, yaitu gerak menggeinding, gerak jatuh, gerak memantul, gerak memutar, dan gerak mengalir
a. gerak menggelinding
gerak menggelinding adaag gerak berputar sambi berpindah tempat gerak menggelinding terjadi pada benda yang memiiki permukaan tidak bersudut,seperti bola dan roda. benda yang berbentuk kotak atau segitiga seperti lemari dan peti, tidak dapat bergerak menggelinding.

b. gerak jatuh
gerak jatuh adaah gerak benda dari atas menuju ke bawah gerak jatuh terjadi karena bumi mempunyai kekuataan untuk menarik benda kekuataan bumi untuk menarik benda disebut gaya tarik ( gravitasi ) bumi semua benda dapat mengalami gerak jatuh waaupun memiliki bentuk yang berbeda beda

c gerak memantul
gerak memantu adaah gerak bailk suatu benda akibat membentur suatu benda pernahkah kamu bermain bola basket ? saat bermaiun bola basket kamu memantulkan bola tersebut ke lantai lapangan. bola yang kamu dorong ke lantai akan memantuklkan kembali ke arahmu. gerak memantul biasanya terjadi pada benda – benda yang bersifat lentur atau elastis.

d. gerak berputar
gerak berputar adalah gerak melingkar benda yang berpusat pada titik tengahnya. setiap hari kita menjumpai berbagai benda yag bergerak berputar dapatkah kamu menyebutkan benda – banda yang bergerak dengan berputar? gerak berputar berbeda dengan gerak menggelinding. pada gerak berputar terdapat titik tengah sebagai poros tempat benda bergerak. kamu dapat melihat gerak berputar pada roda sepeda, kincir angin, dan komidi putar.
![Screenshot_2019-01-10-01-16-15-1[1].png](https://lineslimbong.home.blog/wp-content/uploads/2018/12/screenshot_2019-01-10-01-16-15-11.png?w=575)
e. gerak mengalir
gerak mengalir adalah gerak benda cair dari tempat tinggi ke tempat rendah. contohnya adalah gerakan air sungai yang mengalir dari daerah pegununggan menuju ke tempat yang lebih rendah hingga sampai ke laut.
![screenshot_2019-01-10-01-24-47-1[1]](https://lineslimbong.home.blog/wp-content/uploads/2018/12/screenshot_2019-01-10-01-24-47-11.png?w=417&h=526)